A Hello

Jadi.

Masuk bulan Oktober. Tingkat stres dan deadline kerjaan lagi tinggi-tingginya. Tiap hari dikejar deadline (pekerjaan, bukan deadline menikah). Sampai direla-relain tiap weekend masuk kantor, pulang kantor pasti selewat magrib. Dikatain hina sama teman sepermainan karena sampai punya kunci serep kantor karena saking seringnya datang paling awal dari tukang bersih-bersih kantor dan pulang paling akhir dari bos-bos. Acara dolan juga jadi berkurang drastis. Wesjan. Semua kerjaan dijanjiin minggu ini selesai, minggu depan dipresentasikan. Bunuh diri namanya.

Maka.

Daripada kenapa-kenapa sama jasmani dan rohani yang dipaksa ngelakuin rutinitas nggak sehat tiap harinya, kepikiran bikin blog ini buat nulis. Apa aja. Biar ndak suntuk, ndak ngantuk.

Sehingga.

Nulis apa ya enaknya sore ini?

Oh iya, tadinya kepikiran bikin tagline: “Ruang, Rindu, Rasa, Repeat.” karena rencananya di blog asal-asal ini akan banyak membahas tentang ketiga hal tersebut yang udah jadi makanan sehari-hari.

Ruang. Aku ini urban planner yang walaupun  belum bersertifikasi–lagi nabung buat daftar sertifikasi karena ternyata biayanya mahal, bos!–tapi pengalaman sudah mumpuni. Penginnya sih, menceritakan tentang kerjaan sehari-hari, suka duka murkanya jadi planner, segalanya tentang penataan ruang kota dan wilayah, serta hal-hal absurd di dalamnya. PAS!

Rindu. Aku ini ngangenin kangenan anaknya. Westo. Gampang kangen sama apapun. Seringnya nggak berani menunjukkan apalagi mengungkapkan secara langsung rasa kangen itu. Penginnya sih, walaupun rindu ini tidak tersampaikan, setidaknya aku sudah mengungkapkannya. Btw, aku lagi kangen makan indomi goreng nyemek kasih boncabe dan kecap pakai taburan brambang goreng dan kerupuk. PLEASE!

Rasa. Aku ini suka makan dan bikin makanan. Penginnya sih, sekali-kali share resep masakanku, hasil kreasi mbuh-mbuhanku itu yang suka kuupload di path dan instagram. Soalnya banyak yang nanya. Eh, kalau yang nanya satu-dua orang, termasuk banyak nggak, sih? YHA!

Repeat. Ya udah, gitu aja. Mudah-mudahan ada yang baca.

Setidaknya, aku termasuk golongan orang-orang yang suka baca tulisan sendiri, kok.

See, ya!

Advertisements